Minggu, 03 Agustus 2014

KECERDASAN SOSIAL MENENTUKAN KEBERHASILAN


PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KURANG DI PERHATIKAN…?

            Berdasarkan keputusan pemerintah tentang pelaksanaan ujian nasional hanya di laksanakan terhadap 4 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia,Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris. Dengan dalih untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional negeri ini, ternyata langkah – langkah kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi di masyarakat di lakukan. Walaupaun sudah mendapat banyak masukan dari berbagai kalangan, termasuk Mahkamah Konstitusi tetapi pemerintah bersemboyan” anjing menggonggong kafilah berlalu” untuk tetap menjalankan ujian nasional. Sehingga banyak terjadi berbagai masalah akibat dari kebijakan yang di ambil pemerintah tersebut.
            Dampak negatif yang nyata akibat adanya Ujian nasional adalah menurunnya perhatian dan penghargaan siswa, orang tua dan para pengelola pendidikan dapat di lihat dari fenomena siswa mengurangi frekwensi belajar pelajaran yang tidak di uji nasional. Tidak ada orang tua yang mendorong dan menugaskan anaknya untuk belajar / les privat mata pelajaran non ujian nasional, begitu juga lembaga – lembaga bimbingan belajar tidak ada yang membuka bimbingan selain pelajaran uji nasional, Sehingga dari sana tampak jelas akan rendahnya penghargaan terhadap materi pelajaran yang di anggap bukan inti tersebut.
            Para kepala sekolah dan pejabatpun seakan lebih menghargai hasil ujian yang baik pada mata pelajaran tertentu di bandingkan Ilmu Pengetahuan Sosial. Mereka memandang memiliki gengsi dan prestise yang lebih di hadapan masyarakat.
Semua jenis mata pelajaran yang di berikan di sekolah tentunya menginginkan mendapat apresiasi yang sama dari para peserta didik, wali murid, guru, pemerintah maupun para pengelola pendidikan lainnya. Bila kita berkenan mengkaji korelasi  tentang pelajaran yang di berikan di sekolah dan permasalahan yang terjadi di masyarakat, tentunya kita harus berpikir ulang untuk hanya melaksanakan ujian nasional dengan 4 mata pelajaran yang akhirnya sangat membuat resah berbagai kalangan.

 Karena pendidikan yang sebenarnya merupakan “proses pendewasaan terhadap manusia muda”, tentu di butuhkan pengetahuan yang sangat luas tentang kejadian yang sudah lampau, yang terjadi dan akan terjadi di masyarakat, hal tersebut tentunya akan di dapatkan di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ). Dari sana siswa akan mendapatkan informasi yang nyata tentang berbagai keadaan dan masalah yang sering terjadi dimasyarakat.
            Rendahnya rasa semangat cinta tanah air, mulai terkikisnya toleransi dan kebersamaan bernegara yang di tandai dengan melemahnya semangat untuk berprestasi demi mengangkat nama besar negara di mata international adalah salah satu bukti akan pentingnya di berikan perhatian yang lebih terhadap mata pelajaran IPS. Dengan mempelajari masa lalu dan potensi yang di miliki oleh negara ini tentu akan mampu membangkitkan semangat siswa untuk berkarya demi diri, dan daerahnya sehingga semangat nasionalisme sebagai muaranya akan terbentuk dengan sendirinya. Sosialisasi dan aktualisasi diri siswa merupakan wahana untuk pematangan diri siswa sebelum mereka terjun pada kehidupan yang sebenarnya di tengah –tengah masyarakat kelak. 
Kemampuan untuk mengetahui batas wilayah daerah dan Negara yang di tempati tentu akan di ikuti dengan bangkitnya rasa cinta tanah air yang tinggi. Negara kita sangat luas dan membutuhkan kepedulian kita untuk merawat dan mengelola segala potensi yang ada di dalamnya, sehingga kita mampu membuat rencana jangka pendek dan panjang dalam rangka optimalisasi sumber daya yang kita miliki untuk cita-cita membuat rakyat yang sejahtera.
Pendidikan karakter yang coba di sodorkan oleh praktisi pendidikan ternyata hanya sebuah konsep yang tertutup oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia luar. Informasi melalui jejaring sosialdan berbagai media akan lebih mewarnai hati dan pola pikir siswa di bandingkan dengan yang d i dapatkan di bangku sekolah.Akankah nilai sosial calon penerus bangsa ini luluh tergerus oleh kemajuan jaman....???
Bila para pakar psikologi menyampaikan bahwa keberhasilan kita dalam kehidupan 80% di tentukan oleh kecerdasan emosi ( EMOTIONAL INTELLEGENSI) tentu layak untuk kita kaji bersama betapa kecerdasan emosi yang di maksudkan sangat banyak terdapat di dalam ilmu social. Ineraksi social, tata komunikasi yang santun , kemampuan mengelola dan mengerti hati orang lain merupakan hal yang sangat penting untuk di tonjolkan saat kita sampaikan mata pelajara IPS.
Sehingga penulis berpikir untuk mengajak kaum peduli pendidikan berkenan mencari cara agar pemerintah selaku pemegang kebijakan berkenan mencari alternative solusi yang lebih bijak demi perbaikan anak-anak kita di masa yang akan datang.

                                                HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
                                                Guru IPS SMP N 3 Mranggen, Kabupaten Demak   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar